Telepon Kami:+62 (511) 3301610
 

20 Dosen dan Staf Akfar ISFI Banjarmasin Digembleng Tingkatkan Mutu Kampus

Filed Under: Berita dan Informasi Kamis, 10 Desember 2015 pukul 02:50 WITA — Dilihat 624 kali
Bagikan Informasi Ini

Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin

BANJARMASIN – Sebanyak 20 dosen dan staf dari Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin mengikuti pelatihan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Audit Internal Mutu Perguruan Tinggi yang diselenggarakan Universitas Brawijaya (UB) pada 10-13 Desember 2015 di Aula AKFAR ISFI Banjarmasin

“20 orang dosen dan staf tersebut bekerja di Akfar ISFI Banjarmasin mengikuti pelatihan ini untuk meningkatkan mutu dari akademi kami kata Direktur Akfar ISFI Banjarmasin Yugo Susanto S.Si, MPd, Apt pada saat pembukaan acara Pelatihan SPMI dan AIM (10/12/2015).

“Pelatihan ini digelar bertujuan untuk melatih para dosen dan staf meningkatkan akreditasi dari akademi sebagai langkah untuk meningkatkan mutu kampusnya,” imbuhnya.

Dalam pelatihan tersebut beberapa auditor yang telah memiliki nama di nasional dari TIM SPMI Universitas Brawijaya (Prof. Dr. Ir. Hartutik MP, Dr. Dra. Herawati, MP dan Yudie Wiro Eko Setyawan S.Si) yang akan mendampingi para peserta.

Yang akan memberikan semacam pembelajaran tentang cara meningkatkan akreditasi suatu institusi.

Terutama dalam mengajarkan untuk menyusun dokumen dan borang akreditasi yang merupakan inti dari akreditasi tersebut.

“Pelatihan ini penting mengingat sempitnya jadwal reakreditasi dan pengakreditasian baru,” ucap Yugo.

Setidaknya kata dia, setelah pelatihan ini implikasi bagi Akademi yakni menjadikan yang bernilai B mendapat A.

“Inilah tujuan akhir dari pelatihan tersebut,” ucapnya.

Sebelumnya Prof Hartutik mengatakan adanya pelatihan mutu internal bukan hanya berimplikasi untuk menaikkan ranking suatu institusi, melainkan juga dalam peningkatan kualitas lulusan mahasiswanya.

“Artinya peningkatan kualitas Institusi dapat dibarengi dengan keberhasilan membangun sumber daya yang berdaya saing dan mandiri,” ucap Tutik.
(IWN)

 
 
 
 
Silakan komentari atau diskusikan informasi di atas