Telepon Kami:+62 (511) 3301610
 

Asah Kemampuan Argumentasi melalui KDMI

Berita dan Informasi Kamis, 10 Mei 2018 pukul 23:05 WITA — Dilihat 87 kali
Bagikan Informasi Ini

kdmi-akfar

REDAKSI AKFAR ISFI – KDMI Tahun 2018 oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahsiswaan, Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi

Lomba  debat  antar  perguruan  tinggi  menjadi  bagian  penting  dari kompetisi di era global. Lomba debat ini menuntut wawasan yang luas, kemampuan  berbahasa  yang  baik  dan  kemampuan  berargumentasi. Kemampuan  bahasa  yang  baik  akan  meningkatkan  kemampuan komunikasi  mahasiswa  dalam  berinteraksi  dengan  masyarakat internasional.  Sedangkan  kemahiran  dalam  berargumentasi  akan meningkatkan  kemampuan  mahasiswa  untuk  membuat  keputusan berdasarkan analisis yang logis dan faktual.

Menyadari pentingnya lomba debat bagi peningkatan kualitas lulusan dan  pendidikan  tinggi,  Direktorat  Jenderal  Pembelajaran  dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi mengembangkan  kegiatan  ini  melalui  kegiatan  Kompetisi  Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI). Kegiatan tahunan ini telah menjadi ajang positif bagi mahasiswa se-Indonesia untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya  dalam  berpikir  kritis  dan  berkomunikasi,  meningkatkan kepercayaan diri, mengembangkan jejaring antar perguruan tinggi, dan memupuk rasa kesatuan dan kebanggaan terhadap kebhinekaan bangsa dan budaya.

Pada senin (8/5/18) di Aula Kopertis Wilayah XI. Dilaksanakan seleksi kompetisi debat Bahasa Indonesia mahasiswa. Kompetisi ini diikuti 38 tim dari berbagai perguruan tinggi di pulau Kalimantan untuk memperebutkan juara 1 & 2 untuk mewakili kopertis wilayah XI di ajang kompetisi debat tingkat nasional. Setiap kampus dapat mengirimkan dua tim dengan anggota setiap kelompok sebanyak tiga orang.

Tim debat Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin diwakili oleh Aisyah, Rosiana dan Bella G.N. Ketiganya merupakan besutan komunitas debat BEM Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin.

“Kami sempat tidak percaya diri dengan kemampuan kami, karena salah anggota tim adalah angkatan baru (2017) dan belum berpengalaman dalam lomba debat mahasiswa. Ditambah dengan sejumlah kampus dengan nama besar yang juga menjuarai lomba debat tahun lalu turut berpartisipasi. Oleh karena itu, kami berlatih keras selama dua minggu . “ ujar Aisyah

Berdasarkan keterangan dari Aisyah, Kompetisi debat ini dilaksanakan dengan sistem Asian Parliamentary (3-on-3) lewat tiga babak penyisihan. Setelah itu, diambil 8 tim dengan perolehan nilai tertinggi untuk bertanding di babak semifinal. Dua tim pemenang bertanding di babak final untuk memperebutkan gelar juara.

“Kami menyampaikan terimakasih kepada pimpinan, Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin yang telah mendukung kami secara moril dan materil. Kemudian kami juga menyampaikan bahwa kami belum dapat memenuhi harapan kampus untuk menjadi wakil kopertis wilayah XI untuk berlaga di ajang lomba debat tingkat nasional. “ tutup nya.

Orange Campus Broadcasting

 
 
 
 
Silakan komentari atau diskusikan informasi di atas