Telepon Kami:+62 (511) 3301610
 

Birokrasi Hambat Internasionalisasi Kampus

Filed Under: Berita dan Informasi Kamis, 26 November 2015 pukul 01:08 WITA — Dilihat 409 kali
Bagikan Informasi Ini

akfar-isfibjm.ac.id

JAKARTA – Setiap perguruan tinggi ingin menjadi kampus yang diakui kualitasnya, baik di dalam maupun di luar negeri. Berbagai upaya pun dilakukan, salah satunya dengan melakukan kerjasama di berbagai bidang dengan kampus-kampus asing.

Melalui sebuah workshop bertema ‘Membangun Jejaring dan Relasi dengan Kedutaan Besar Asing untuk Indonesia: Strategi Meningkatkan Internalisasi Perguruan Tinggi Indonesia’, puluhan perwakilan Kantor Urusan Internasional (KUI) dari sejumlah universitas di Indonesia berkumpul di Unika Atma Jaya Jakarta untuk saling bertukar pikiran dan berbagi pengalaman membangun kerjasama bilateral dan multilateral dengan pihak kedutaan.

“Kami memfasilitasi perwakilan setiap kampus untuk memberi gambaran kerjasama dan pertukaran melalui konteks pendidikan dan keilmuan, dalam hal ini dengan kedutaan besar,” ucap Vice Rector for Collaboration and Program Development Unika Atma Jaya, Lina Salim, Jumat (6/11/2015).

Manfaat membangun relasi dengan kedutaan besar sendiri sangat banyak. Di antaranya, memperbanyak peluang kerjasama, sumber inspirasi, meningkatkan branding, mendapatkan prioritas dari kedutaan besar, serta memelihara kerjasama dan memupuk solidaritas dengan mitra kerjasama luar negeri. Meski demikian, dalam menjalin kerjasama dengan luar negeri, kampus sering mengalami kendala, khususnya di proses birokrasi.

“Birokrasi di Indonesia masih rumit. Misalnya mengajak pengajar asing ke Indonesia sebenarnya mudah. Tetapi proses di kedutaan besar Indonesia di negara tersebut sulit sehingga mereka susah dapat visa,” imbuh Lina.

Lina menyarankan agar Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) melakukan koordinasi dengan pihak imigrasi untuk menyelesaikan masalah birokrasi tersebut supaya lebih mudah.

Sementara salah satu pembicara workshop perwakilan dari (Kemristekdikti), Adhrial Refaddin mengatakan, pihaknya sudah membuat aplikasi online untuk melaporkan kerjasama yang dilakukan universitas di Tanah Air dengan perguruan tinggi luar negeri.

“Semua masukan yang disampaikan dalam forum ini akan menjadi pertimbangan bagi perbaikan ke depan, terutama menyangkut kerjasama dengan universitas di luar negeri,” tandasnya.

 

dicopy dari http://news.okezone.com/  Jum’at, 6 November 2015

 
 
 
 
Silakan komentari atau diskusikan informasi di atas