Telepon Kami:+62 (511) 3301610
 

Gathering Indicampus Smart Way to Smart Campus

Filed Under: Berita dan Informasi Selasa, 1 Maret 2016 pukul 14:25 WITA — Dilihat 629 kali
Bagikan Informasi Ini

akademi farmasi isfi

Telkom Indonesia kembali menunjukkan dukungannya kepada ekosistem digital di Perguruan Tinggi melalui program Indonesia Digital Campus (IndiCampus). Bertempat di Hotel Mercure Banjarmasin, Kamis 25 Februari 2016 program “Indicampus Smart Way to Smart Campus” ini diperkenalkan oleh Telkom Divre VI Kalimantan kepada tak kurang dari 20 Perguruan Tinggi yang berasal dari area kota Banjarmasin, Banjarbaru dan Martapura

Dalam Gathering IndiCampus tersebut, beberapa Perguruan Tinggi dari ketiga kota tersebut melakukan penandatanganan kontrak dengan Telkom, Salah satunya Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin yang diwakili langsung oleh Direktur Akfar ISFI BJM, Yugo Susanto, S.Si, M.Pd Apt dengan Account Manager Telkom, disaksikan oleh Manager Sales Divisi Business Service Telkom Jakarta, Mangapul Pangaribuan S.T, dan General Manager (GM) Witel KalSeL Amin Soebagyo, ST, MM.

MUO akfar ISFI

Dalam Acara ini diberi sambutan langsung oleh Prof Idiannor Mahyudin selaku Kordinator Kopertis Wilayah XI Kalimantan beliau mengatakan di kesempatan yang besar bagi perguruan tinggi untuk mengupgrade Sistem Pendidikan dikampus agar biasa bersaing dengan kampus lainnya terutama di bidang Teknologi, Informasi dan Komunikasi

Dalam kesempatan berikutnya Amin Soebagyo mengatakan, pemanfaatan IndiCampus ini oleh Perguruan Tinggi se-KalSel adalah hal yang menggembirakan. “Keberadaan kampus sangat penting bagi Center of Excellence,” katanya.

Ia melanjutkan, program IndiCampus bertujuan membantu terpenuhinya prasyarat World Class Campus, di mana salah satu indikatornya adalah dapat menyediakan akses broadband minimal 5 kbps/mahasiswa.

Dari sebuah riset di Online CollegeUSA, aksesibilitas internet di Indonesia jauh lebih rendah dibanding Amerika Serikat.Aksesibilitas internet di perguruan tinggi paman Sam itu antara 100 Mbps hingga 500 Mbps. Sementara di Indonesia aksesibilitasnya rata-rata 30 Mbps. “Inilah alasan Telkom memperkenalkan IndiCampus” cetus dia.

Terkait dengan program IndiCampus, Mangapul Pangaribuan juga mengatakan aksesibilitas menjadi sangat penting. ”Jika kualitasnya kurang baik, juga volumenya kurang, maka banyak konten tidak bisa dideliver dengan baik, dan akan berpengaruh bagi ekosistem kampus untuk menikmati konten dan sistem layanan kampus yang lebih komprehensif,” jelasnya.

Program IndiCampus memungkinkan kampus-kampus yang berlangganan akses internet premium dari Telkom secara kolektif dengan metode “Bandwidth Connection Sharing,” yaitu pembelian bandwidth secara “bulk”. Di sisi lain, Telkom mendapatkan efisiensi penarikan jaringan internet, karena dilakukan dalam sekali investasi.

IndiCampus akan mendeliver tiga konsep, yakni connectivity, content, dan community. Untuk connectivity, berupa penyediaan akses internet, voice dan datacomm berkualitas prima dengan fiber optik.Untuk content dan application (digitalization) yang akan dideliver yaitu Sistem Informasi Akademik, distance learning, Bostoko, e-Registration, Virtual Data Storage dan Q Jurnal. Sedang untuk Community, dengan memanfaatkan Digital-Innovation Lounge, e-payment, Tesca, dan Closed User Group Telkomsel.

Pada kesempatan lain secara pribadi Yugo Susanto mengungkap pada pihak Telkom Divre VI Kalimantan sangat mendukung adanya program seperti ini dan mengatakan sesuai dengan salah satu misi dari kampus Akademi Farmasi ISFI yaitu menyelenggarkan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan Kreasi dan Inovasi berkelanjutan didukung Teknologi, Informasi dan Komunikasi. Kami siap mendukungnya Program “Indicampus Smart Way to Smart Campus” ini tutupnya.

 
 
 
 
Silakan komentari atau diskusikan informasi di atas