Telepon Kami:+62 (511) 3301610
 

INOVASI UNTUK MENGHASILKAN KEKAYAAN INTELEKTUAL

Filed Under: Berita dan Informasi Kamis, 23 November 2017 pukul 21:07 WITA — Dilihat 57 kali
Bagikan Informasi Ini

c9f14b64-02d3-4066-8855-93eeabe3e01b

Inovasi adalah suatu keharusan untuk memperoleh suatu pembaharuan. Perguruan tinggi adalah salah satu institusi yang dituntut untuk selalu melakukan inovasi demi menghasilkan sesuatu yang baru yang bermanfaat bagi masyarakat. Inovasi di perguruan tinggi dimulai dari pelaksanaan penelitian yang bermutu. Hasil penelitian diharapkan tidak saja untuk dibadikan kepada masyarakat, tapi juga bisa dikomersialisasi untuk memperoleh nilai ekonomis. Inovasi dari perguruan tinggi diharapkan mampu menghasilkan kekayaan intelektual yang mampu meningkatkan mutu dan daya saing perguruan tinggi tersebut.

Pada tanggal 17-18 November 2017 Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin yang diwakili oleh Ketua Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Riza Alfian, S. Farm., M.Sc., Apt dan Eka Kumalasari, M. Farm., Apt mengikuti acara Workshop Kekayaan Intelektual yang dilaksanakan oleh Kementrian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi di Hotel Mercure Banjarmasin. Pihak Kemenristek Dikti mengharapkan setiap perguruan tinggi untuk memiliki satu unit yang bisa mengelola hak kekayaan intelektual. Unit sentra kekayaan intelektual tersebut diharapkan dapat menjadi pengelola hasil penelitian dan mampu melakukan hilirisasi agar hasil penelitian tersebut dapat dijadikan dan didaftarkan menjadi suatu kekayaan intelektual. Pihak Kemenristek Dikti juga menyampaikan bahwa aset perguruan tinggi tidak hanya dinilai dari aset berwujud, tapi juga dilakukan penilaian pada aset tidak berwujud yang berupa kekayaan intelektual. Hasil penelitian dari setiap perguruan tinggi yang dikelola oleh pihak sentra kekayaan intelektual di perguruan tinggi masing-masing juga diharapkan dapat dikomersialisasi kepada pihak industri sehingga mampu mendapatkan income bagi civitas akademika di perguruan tinggi tersebut.

Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin selaku perguruan tinggi yang senantiasa mencoba melakukan inovasi sangat mendukung dengan kebijakan program-program dari Kemenristekdikti untuk pengelolaan kekayaan intelektual. Direktur Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin Yugo Susanto, S.Si., M.Pd., M.Farm., Apt melalui ketua UPPM meminta kepada semua dosen untuk mendaftarkan semua hasil penelitian yang berpotensi untuk mendapatkan kekayaan intelektual ke Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual. Beliau juga berharap agar konsep kegiatan penelitian di Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin lebih diarahkan kepada output yang berdampak langsung untuk pengembangan teknologi serta peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Indonesia. (RIZA2017)

 
 
 
 
Silakan komentari atau diskusikan informasi di atas