Telepon Kami:+62 (511) 3301610
 

Piring Pun Dibedakan untuk Makanan Halal

Filed Under: Berita dan Informasi Selasa, 2 Mei 2017 pukul 12:14 WITA — Dilihat 162 kali
Bagikan Informasi Ini

akfar ifi bjm-thai

AKFAR ISFI NEWS – Dikutip dari koran Banjarmasinpost Edisi 28 april 2017 , salah satu puingan rubik yang berisi cerita pengalaman dosen Akfar ISFI Banjarmasin yang menimba ilmu ke negeri gajah putih, Thailand.

Di negeri gajah putih noverda harus menyelesaikan  praktik klinik sebagai kerja sama antara  Universitas Ahmad dahlan Yogyakarta tempatnya menempuh pendidikan dengan Prince of Songkhla University (PSU)

Dia ditempatkan sebagai tenaga farmasi klinis yang bertugas di songkhlarind hospital. Hat yal. Thailand. Untuk memperoleh gelar magister. Dia harus melaksanakan praktik di RS tersebut sebgai pembanding dengan pelaksanaan di Indonesia.

akfar isfi bjm- bangkokNegara gajah Putih , Thailand

Selama bertugas di songkhlanagarind hospital. Tidak lah sulit untuk mencari makanan halal. Food Court di RS tersebut menyediakan aneka menu maknan halal. Ditandai didepan etalase tampak dengan logo halal.

Para penjual makanan pun yang perempuan mengenakan jilbab sebagai identitas bahwa mereka muslim.

“ Di food court tersebut, warna piring yang digunakan pun dibedakan antara makanan halal dan non halal. Warna piring merah muda untuk makanan halal, sedangkan piring biru untuk maknan non halal, “ kata noverda.

Dalam  hal pencucian piring pun diberikan perlakuan khusus, artinya piring dan peralatan makan tidak saling bersentuhan antara makanan halal dan makanan non halal.

“ meskipun kaum muslim sangat minoritas, tapi pihak manajemen RS sangat menghargai, termasuk dalam hal perlakuan peralatan makan yang kotor sekalipun,” ujarnya

Begitu pula apabila tidak sengaja mengantre di toko yang menjual makanan yang non halal penjual makanan meupun pembeli lain akan mengingatkan dengan cara menyilangkan tangan mereka.

Pertanda bahwa maknana tersebut tidak bisa dikonsumsi oleh seorang muslim. Toleransi masyarakat setempat cukup tinggi terhadap warga muslim di kota tersebut, katanya.

Noverda menceritakan saat bertugas di RS salah satu yang dilakukan adlaah mengunjingi pasien di bangsal yang tidak mengenal waktu yang tetap. Kapanpun di butuhkan oleh dokter, perawat, farmasis maupun tenaga kesehatan lainnnya harus tand by.

Akademi Farmasi ISFI BanjarmasinNoverdaayu, Dosen AKFAR ISFI Banjarmasin yan telah melaksanakan Studi banding ke negara Gajah Putih.

Mengesankannya lagi, pada hari kedua tugas di RS, saat itu rekan sejawat saya mengatakan “ setahu saya, ini waktunya anda berdoa, anda harus mengutamakan Tuhan, baru manusia,” Saat itu waktu tepat tengah hari, tepat dimana telah dilaksanakan shalat zuhur.

Perkataan itu sangat membekas dihatinya, wwalaupun berbeda agama, mereka memperhatikan kepentingan umat lain.

Saat di tinggal salat, merekapun dengan ringan hati untuk bergiliran mengambil posisi saya mengerjakan tugas dibangsal, “ kenangnya

 
 
 
 
Silakan komentari atau diskusikan informasi di atas