Telepon Kami:+62 (511) 3301610
 

Rapat Kerja APDFI : Persiapan Ukom dan Telaah Instrumen Akreditasi Prodi D3 Farmasi

Filed Under: Berita dan Informasi Rabu, 16 November 2016 pukul 11:34 WITA — Dilihat 742 kali
Bagikan Informasi Ini

20161116-img20161109225224

Asosiasi Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia (APDFI) kembali melaksanakan acara Rapat Kerja. Kegiatan ini sebagai respon cepat pengurus pusat menyikapi dinamika yang berkembang terkait persiapan uji kompetensi dan akreditasi program study. Sebagaimana diketahui bersama bahwa mulai tahun 2017 APDFI mendapat amanah untuk menyelenggarakan Uji Kompetensi bagi Mahasiswa Diploma Tiga Farmasi di seluruh Indonesia. Sebagai amanat undang-undang hal ini mesti dilaksanakan. APDFI bekerjasama dengan Organisasi Profesi dalam hal ini PAFI dengan difasilitasi oleh LPUK Nakes dan KFN harus menyiapkan secara optimal hajat besar ini. Raker dilaksanakan pada hari Selasa sd Kamis, 8-10 November 2016. Bertempat di Hotel Swiss Belinn Kemayoran Jakarta. Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin dalam hal ini diwakili oleh Direktur Yugo Susanto, S.Si., M.Pd., Apt yang dalam hal ini bertindak sebagai wakil ketua bidang farmasi pada pengurus Pusat APDFI dan Ketua Bidang Organisasi APDFI Korwil Kalsel Riza Alfian, S.Farm., M.Sc.,Apt yang juga merupakan salah satu staf dosen tetap dan Kabid Unit Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat AKFAR ISFI Banjarmasin .

Selain membahas tentang uji kompetensi, pertemuan yang dihadiri seluruh pengurus Korwil APDFI se Indonesia itu juga membahas tentang penyusunan dan pengembangan instrument akreditasi. Bahwa instrument akreditasi program studi yang selama ini digunakan untuk penilaian akreditasi prodi D3 Farmasi adalah menggunakan instrumen generik yang berlaku umum, tidak spesifik. Sehingga dalam beberapa hal kerap tidak sesuai dengan kondisi pada prodi D3 Farmasi. Oleh sebab itu LAMPTKES memberikan peluang kepada APDFI untuk memberikan masukan, saran, usulan dalam penyusunan dan pengembangan instrumen akreditasi yang lebih seuai dengan prodi D3 Farmasi. Tentu hal ini merupakan suatu peluang yang sangat baik, dan perlu disambut positif dan ditindaklanjuti secara profesional dan proporsional. Adapun instrumen akreditasi yang menjadi bahan pembahasan adalah instrumen akreditasi prodi diploma farmasi, analis farmasi & makanan, serta herbal & jamu.

Rapat yang disetting dalam bentuk kelompok-kelompok kerja (komisi-komisi) pada bagian lain juga membahas persiapan uji kompetensi, khususnya manajemen uji. Terkait hal ini juga dilakukan sosialisasi website APDFI. Uji kompetensi direncanakan dengan program Computer Base Test (CBT) APDFI. Materi rapat ini dipandu oleh Yugo Susanto (Direktur Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin) yang dalam kepanitiaan Ukom Nasional bertindak selaku Sekretaris Manajemen Uji. Sebagai pemateri disampaikan oleh Bapak Benny selaku programmer dan konsultan CBT. Uji kompetensi rencananya akan dilakukan secara online pada seluruh Perguruan Tinggi anggota APDFI. Pemanfaatan Teknologi tersebut dapat membuat pelaksanaan uji kompetensi menjadi lebih efektif dan efisien dalam hal biaya dan waktu. Selain itu, program tersebut juga dapat digunakan untuk pelaksanaan Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester di semua Perguruan Tinggi anggota APDFI.

Tema rapat ketiga adalah pembahasan mengenai perangkat uji kompetensi. Sesi ini dibahas oleh panitia uji kompetensi APDFI Pusat. Pada sesi ini dibahas mengenai jadwal pelaksaan uji kompetensi mulai dari tahap pengumpulan soal, review soal, try out, dan pelaksanaan uji kompetensi serta pembiayaan. Selain itu juga dibahas mengenai teknis pelaksanaan uji kompetensi serta penanggung jawab setiap bidang untuk pelaksanaan uji kompetensi.Khusus pembiayaan, direncanakan bahwa kegiatan ini akan dibiayai secara swadana dan swakelola. Diperkirakan biaya per mahasiswa adalah sekitar Rp. 400 Ribu sd Rp. 450 Ribu.

Hasil dari rapat kerja tersebut diharapkan dapat membawa dampak positif bagi seluruh Perguruan Tinggi Anggota APDFI sehingga pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, Uji Kompetensi, dan Proses Akreditasi pada masing-masing perguruan tinggi tersebut dapat berjalan dengan optimal. (RIZ n YUG 2016)

 
 
 
 
Silakan komentari atau diskusikan informasi di atas