Telepon Kami:+62 (511) 3301610
 

Taklukkan Tantangan MEA dengan Segudang Skill

Filed Under: Berita dan Informasi Rabu, 25 November 2015 pukul 03:25 WITA — Dilihat 1,063 kali
Bagikan Informasi Ini

akfar-isfibjm.ac.id

Banjarmasin – Tidak lama lagi Indonesia akan menyongsong Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Era pasar bebas ini dipenuhi berbagai tantangan, terutama bagi para lulusan perguruan tinggi. Jika tidak bersiap, mereka akan tertinggal dalam persaingan dunia kerja.

Kuncinya adalah membekali diri dengan segudang skill. Direktur Akademi Farmasi ISFI (Akfar ISFI) Banjarmasin, Yugo Susanto S.si, MPd Apt mengatakan, mahasiswa harus menambah dan meningkatkan kompetensi diri agar mampu bersaing baik di tingkat nasional ‪maupun global, khususnya menghadapi MEA akhir tahun ini.

Salah satu kompetensi itu, kata Yugo, adalah penguasaan IPTEK. Yugo pun menyiapkan anak didiknya di jenjang Diploma dengan Workshop tambahan dibidang IPTEK disela sela perkuliahan selama enam semester. Mahasiswa juga mulai dibiasa dengan perkuliahan online quizz online dan ujian online, sehingga tidak terkejutkan lagi di dunia pekerjaan nanti jika berhubungan dengan teknologi.

“Untuk ini kami mengembangkan output lulusan yang terampil dibidang teknologi bahkan kami dari pihak kampus mengharapkan mahasiswa kami sudah mampu membuat program sederhana berbasis web dan microsoft access untuk kepentingan ditempat dia bekerja misalnya apotek” kata Yugo dalam wawancara singkatnya dengan admin, Jumat (20/11/2015).

Selain kemampuan umum bidang Farmasi, kata Yugo, mahasiswa juga wajib meningkatkan skill khusus di bidang yang mereka minati. sehingga kami juga akan membentuk UKM-UKM yang dapat mengakomodir minat tersebut misalnya UKM Multimedia, UKM Fotografi dll imbuhnya.

Yugo menuturkan, tidak hanya hard skill, mahasiswa juga perlu meningkatkan soft skill agar mampu bersaing menghadapi MEA. Sejak tahun lalu, Yugo pun menggembleng mahasiswanya dengan pelatihan super great memory agar mereka dapat mengoptimalkan ‪penggunaan otak kiri dan otak kanan saat belajar.

“Saat memasuki tingkat akhir lapangan kerja, mahasiswa mengikuti berbagai program kegiatan ‪bursa kerja antara lain pelatihan teknik wawancara dan peningkatan kepribadian, kegiatan konseling karier, pelatihan soft skill, dan rekrutmen kampus melalui bursa kerja mading dan online,” paparnya.
“Pemberlakukan MEA juga menuntut alumni kami berperan dalam membawa nama baik dan meningkatkan citra almamater di masyarakat,” ujarnya diakhir wawancara singkat ini.

 
 
 
 
Silakan komentari atau diskusikan informasi di atas