Telepon Kami:+62 (511) 3301610
 

Berita dan Informasi Monday, 17 June 2019 pukul 12:05 WITA — Dilihat 49 kali
Bagikan Informasi Ini

AKfAR ISFI NEWS – Baikalah netter…. kali ini saya akan membagikan materi siaran iradio bulan ini. Jadi buat kalian yang kemarin ketinggalan info inya bisa baca pada website ini ya… check it out.

Asam kojic (kojic acid) yang berasal dari Jepang, kini telah menjadi salah satu bahan yang banyak digunakan untuk memutihkan kulit.

Kulit putih berseri masih menjadi impian sebagian besar kaum hawa. Dan kini tak sedikit produk kecantikan yang berbahan asam kojic. Tapi apa yang dimaksud dengan asam kojic dan bagaimana menggunakannya dengan tepat?

Apakah kojic acid itu dan kegunaannya?

Kojic acid, atau asam kojat, memiliki nama kimia 5-hydroxy-2-hydroxymethyl-4-pyrone. Asam kojic banyak digunakan sebagai bahan pemutih pada produk-produk kosmetik dengan konsentrasi penggunaan maksimum 1%. Asam ini adalah  metabolit jamur yang biasa diproduksi oleh banyak spesies Aspergillus, Acetobacter, dan Penicillium. Awalnya ditemukan di Jepang pada tahun 1990-an pada proses fermentasi beras, misalnya pada pembuatan sake. Asam ini memiliki banyak kegunaan, tidak hanya sebagai bahan dalam produk kecantikan, tetapi juga digunakan dalam masakan Jepang.

Memanfaatkan Asam Kojic

Asam kojic terutama digunakan dalam produk kecantikan dengan manfaat sebagai berikut.

Menghilangkan tanda-tanda hiperpigmentasi, seperti pada bekas jerawat, bercak-bercak akibat penuaan, bintik-bintik, lingkaran gelap di bawah mata, dan noda hitam

Melasma adalah gangguan kulit yang paling umum pada wanita dengan kulit yang gelap. Pencetusnya bisa berupa paparan sinar matahari berlebih, kehamilan dan penggunaan hormon tambahan, seperti pil KB dan terapi pergantian hormon.

Antipenuaan alami berkat kemampuan asam kojic mengikat zat besi.

Hasil dari penggunaan asam kojic tergantung dari konsentrasi bahan aktif di dalam produk, mulai dari beberapa minggu hingga bulan, sampai benar-benar menunjukkan hasil. Pada jenis kulit berminyak, kemungkinan akan membutuhkan waktu yang lebih lama serta penggunaan yang lebih sering untuk mendapatkan kulit lebih putih.

Tidak hanya bermanfaat untuk wajah, krim yang berbahan asam kojic ini dapat juga dipergunakan untuk mencerahkan warna kulit pada berbagai bagian tubuh, misalnya bagian bawah lengan, lutut, leher, siku, tangan, dan kaki.

Bagaimana ia bisa menjadi agen pemutih kulit?

Asam kojic merupakan zat penghambat ringan yang memengaruhi pembentukan pigmen (zat pemberi warna). Kini asam kojic banyak digunakan untuk mengawetkan makanan dan produk kosmetik.

Asam kojic ternyata memiliki efek sebagai inhibitor kompetitif dan reversible pada oksidase polifenol baik pada tanaman maupun hewan, yaitu menghambat tirosinase, yang mengkatalisis perubahan tirosin menjadi melanin. Asam kojic menghambat melanosis dengan cara mengganggu  pengambilan oksigen yang diperlukan untuk proses “pencoklatan’ (browning) secara enzimatik. Metode spektrofotometri dan kromatografi menunjukkan bahwa asam kojic  mampu mengurangi o-kuinon menjadi diphenols untuk mencegah terbentuknya hasil akhir yaitu pigmen melanin

Melanin inilah yang memengaruhi warna mata, kulit, dan rambut seseorang. Pada orang yang berkulit putih, hanya sedikit melanin yang terbentuk oleh melanosit. Sebaliknya, produksi melanosit akan terbentuk lebih banyak pada orang yang berkulit gelap.

Karena itulah ia banyak digunakan sebagai agen pencerah kulit dalam preparat kosmetik dan dermatologis lainnya.  

Kegunaan lain?

Asam kojic juga memiliki sifat insektisida karena efek penghambatan pada tirosinase  serta kemampuannya untuk berinteraksi dengan o-kuinon dari katekolamin, sehingga mencegah proses sclerotization. Karena sifat penghambatannya pada berbagai oksidase, asam kojic juga telah digunakan secara komersial selama bertahun-tahun di Jepang sebagai bahan tambahan makanan, misalnya sayuran segar, kepiting, dan udang, untuk mempertahankan kesegaran mereka (antioksidan) dan menghambat perubahan warna. Selain itu, asam kojic juga digunakan sebagai  pengawet, sebagai antioksidan untuk lemak dan minyak, dan agen pengatur pertumbuhan tanaman untuk meningkatkan produksi, mempercepat pematangan, dan meningkatkan rasa manis. Asam kojic juga memiliki sifat antimikroba lemah dan aktif terhadap beberapa strain bakteri umum pada pengenceran dari 1:1.000 sampai1:2.000.

Apakah aman?

Sebagai agen pemutih kulit, asam kojic tidak bersifat karsinogenik. Namun demikian beberapa orang yang kulitnya sensitif dilaporkan mengalami semacam dermatitis kontak, sejenis alergi kulit  yang ditandai dengan  gatal  kemerahan, iritasi. Untuk itu, kadang dalam krim yang mengandung asam kojic, dapat juga ditambahkan bahan lain sebagai anti alergi yaitu kortikosteroid topikal. Asam kojic ini menjadi semakin popular dan meningkat penggunaannya karena memiliki keamanan lebih baik dari pendahulunya yaitu hidroquinon. Bagi mereka yang sensitif terhadap asam kojic tentu perlu mempertimbangkan penggunaannya.

Bagaimana penggunaannya?

Produk asam kojic paling sering digunakan untuk penggunaan topical (kulit), dalam bentuk lotion, krim, atau serum.  Dosis yang dianjurkan relatif kecil, dengan konsentrasi maksimum sebesar 1%. Namun untuk mengurangi kemungkinan efek samping, produk kosmetik pencerah kulit dapat menggunakan konsentrasi sekitar  0,2%. Selain krim, kojic acid juga dapat dijumpai dalam bentuk sabun, bahkan sediaan injeksi.  

Zat yang Digunakan Bersama Asam Kojic

Asam kojic umumnya ditemukan dalam produk kosmetik bersama-sama dengan bahan lain, bukan sebagai bahan tunggal. Hal ini dikarenakan senyawa asam kojic bersifat tidak stabil ketika digunakan dalam produk kosmetik. Jika tidak dipadukan dengan zat-zat tambahan lain, asam kojic berpotensi berubah warna menjadi cokelat.

Untuk produk kosmetik yang bertujuan mencerahkan warna kulit akibat hiperpigmentasi, biasanya krim berbahan asam kojic digunakan secara bersamaan dengan asam glikolat.

Sedangkan untuk meringankan penggelapan kulit yang disebabkan oleh kondisi melasma, biasanya produk kosmetik akan memakai bahan asam kojic dan asam glikolat, ditambahkan dengan hydroquinone.

Yang kemudian perlu diperhatikan adalah penggunaan zat turunan asam kojic, yaitu kojic dipalmitate. Meski lebih stabil dibandingkan asam kojic ketika digunakan dalam produk kosmetik, kojic dipalmitate belum terbukti secara efektif mencerahkan kulit. Sehingga belum tentu memiliki manfaat yang sama, termasuk dalam upaya mengatasi hiperpigmentasi.

Risiko Efek Samping

Kosmetik dengan kandungan 1 persen asam kojic dianggap aman untuk digunakan. Namun bagi sebagian orang, krim dengan kandungan asam kojic dapat menyebabkan dermatitis kontak. Ditandai dengan gejala-gejala seperti kulit gatal, iritasi, memerah, beruam, bengkak, dan terasa sakit. Jika Anda mengalami hal tersebut ketika menggunakan produk asam kojic, segera hentikan pemakaian dan konsultasi pada dokter spesialis kulit atau ahli dermatologi.

Perlu diingat bahwa semua produk pemutih kulit, termasuk yang mengandung asam kojic, akan membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari alias rentan terbakar sinar matahari. Sehingga penting memakai tabir surya, gunakan juga pelindung wajah, seperti topi atau payung sebelum beraktivitas.

Ketika Anda memutuskan untuk menggunakan produk berbahan asam kojic, perhatikan label yang menunjukkan tujuan dan masa penggunaan, serta bahan-bahan lain yang terkandung. Untuk menghindari risiko, disarankan memilih produk yang pada labelnya tertera hypoallergenic, tidak menimbulkan komedo (non-comedogenic), dan tidak beracun (non-photo toxic) pada label.

Jika Anda membeli produk asam kojic sebagai produk perawatan kulit profesional, disarankan bagi Anda untuk berkonsultasi kepada dokter spesialis kulit terlebih dahulu. Jika Anda menggunakan produk asam kojic yang dibeli secara bebas, segera konsultasikan kepada dokter kulit ketika terjadi efek samping, seperti kulit kemerahan dan gatal

TIPS MENDAPATKAN KOSMETIK YANG AMAN

Cek KLIK

Cara pertama sebelum membeli produk kosmetik adalah cek KLIK. Cek KLIK artinya cek kemasan, label, izin edar, dan tanggal kedaluwarsa pada kosmetik.

Pertama-tama, cek kemasan dan label produk kosmetik yang Anda beli. Periksa setiap sisinya apakah terdapat kecacatan dan perbedaan dengan kemasan kosmetik yang asli.

Selanjutnya, temukan Nomor Izin Edar (NIE) pada kemasan produk. Kosmetik yang legal dan aman sudah pasti mengantongi izin resmi dari BPOM dan memiliki nomor izin edar tersebut. Artinya, bahan-bahan yang terkandung pun dijamin aman karena sudah diuji terlebih dahulu oleh BPOM.

Selain itu, pastikan bahwa nomor izin edar tersebut benar-benar terdaftar pada web resmi BPOM. Sebab, mungkin saja beberapa produk kecantikan hanya sekadar menempel nomor izin edar yang asal-asalan. Jika produk kosmetik yang Anda beli tidak memiliki nomor izin edar maupun tidak benar-benar terdaftar, maka kosmetik tersebut sudah pasti ilegal dan tidak terjamin kandungannya.

Jangan lupa untuk melihat tanggal kedaluwarsa pada label produk. Hal ini sering kali terlewatkan karena kebanyakan orang percaya bahwa setiap kosmetik yang beredar adalah produk baru. Sama seperti makanan, kosmetik yang kedaluwarsa dapat menimbulkan efek samping yang membahayakan kesehatan.

2. Harga murah tidak menjamin kualitas

Sebagian besar konsumen mengeluhkan harga kosmetik yang kian mahal dan membuat kantong jebol. Karena itulah, banyak orang yang mulai melirik produk kosmetik yang sama, namun dijual dengan harga yang lebih murah, bahkan terkadang cenderung tidak masuk akal.

Harga kosmetik yang murah memang tidak menguras kantong, tetapi diam-diam dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Pasalnya, sudah banyak kasus yang membuktikan bahwa beberapa produk kosmetik dengan harga murah ternyata palsu dan ilegal. Bila demikian, kandungannya tentu tidak dapat dipastikan apakah benar-benar aman atau tidak.

Maka itu, jangan mudah tertipu dengan harga murah dan periksa lagi keaslian produk. Bukannya tidak masalah jika harga sedikit mahal, namun menjamin kesehatan Anda?

3. Beli di toko kosmetik yang terpercaya

Agar mendapatkan produk kosmetik yang aman, pastikan Anda membelinya di toko yang terpercaya. Selain toko konvensional, kini sudah banyak toko online yang juga menjual kosmetik kesayangan Anda. Akan tetapi, pastikan bahwa toko tersebut benar-benar terpercaya dan menjual produk kosmetik yang asli.

Jika Anda membeli kosmetik secara langsung di toko, perhatikan lagi kemasan, tekstur, aroma, dan warna kemasan secara detil. Selanjutnya, bandingkan dengan kosmetik asli yang Anda punya.

Bila Anda menemukan bentuk kemasan yang tidak meyakinkan, tekstur produk yang tidak biasa, aroma menyengat, atau warna kemasan yang cenderung pekat atau lebih pudar, maka Anda patut mewaspadainya. Sebab bisa jadi produk tersebut palsu.

4. Perhatikan reaksi setelah memakai kosmetik

Bagi Anda yang sudah sering membeli kosmetik tentu sudah handal dalam mencoba tester kosmetik. Caranya adalah dengan mengoleskan sedikit produk ke bagian punggung tangan untuk melihat tekstur dan warna, apakah cocok dengan yang Anda cari atau tidak.

Jangan salah, cara ini tidak hanya sekadar mencocokkan produk kosmetik dengan keinginan Anda. Anda juga bisa memanfaatkannya sebagai salah satu cara memilih produk kosmetik yang aman. Setelah mengoleskan segaris kosmetik di punggung tangan, coba lihat tekstur, warna, dan aromanya.

Mudahnya, kosmetik yang aman tidak menyebabkan iritasi maupun reaksi alergi. Sebaliknya, kosmetik palsu dapat menimbulkan gejala berupa ruam merah, kulit gatal dan bengkak, hingga sakit kepala, mirip dengan gejala alergi kosmetik. Meski demikian, hal ini biasanya lebih jelas terlihat setelah beberapa kali pemakaian.

APA BAHAYA BILA MENGGUNKAN KOSMETIK YANG TIDAK AMAN ATAU KOSMETIKA ILEGAL ?

Kosmetik yang ilegal berarti belum diuji oleh BPOM dan tidak terdaftar di BPOM sehingga kita tidak bisa mengetahui apakah benar mengandung bahan yang aman bagi kulit atau tidak dan apakah kadar dari bahan-bahan itu tidak berbahaya bagi kulit. Bisa jadi kandungan bahan pada kosmetik tersebut berbahaya untuk kulit dan kadarnya melebihi batas aman, akibatnya kulit menjadi semakin bertambah parah seperti terjadi iritasi kulit, menimbulkan jerawat, bahkan bisa menyebabkan kanker.

BEBERAPA BAHAN BERBAHAYA YANG TERDAPAT PADA KOSMETIKA ILEGAL :

Ada beberapa bahan yang berbahaya bagi kulit yang terkandung dalam kosmetik ilegal untuk dapat menekan biaya produksi sehingga harga jual rendah dalam artian dapat dijual dengan harga murah. Bahan-bahan berbahaya ini bisa menimbulkan bermacam-macam dampak negatif pada kulit misalnya :

Merkuri, biasa terkandung pada krim dan bedak ilegal. Merkuri mengandung logam berbahaya yang bisa menyebabkan alergi atau iritasi pada kulit dan flek hitam yang sulit hilang.

Timbal, biasa terkandung dalam pada produk kosmetik ilegal untuk mata dan bibir. Juga mengandung logam berbahaya yang bisa menyebabkan kanker kulit.

Arsen, biasa terkandung pada bedak dan lipstik ilegal. Arsen juga mengandung racun yang bisa menyebabkan kanker kulit.

Rhabdomin, zat pewarna yang biasa terkandung pada lipstik ilegal. Juga berpotensi menyebabkan kanker pada kulit bibir.

Silicon, asam lemak (isopropopil isostearate) coconut oil & lanolin. Keempat bahan ini bersifat komedogenik, atau menyumbat pori-pori kulit. Kalau memakai kosmetik yang terlalu banyak mengandung bahan ini, wajah akan timbul jerawat karena pori-pori yang tersumbat.

Food and Drug Administration (FDA) hanya melarang penggunaan 10 bahan dalam kosmetik, termasuk di antaranya zat menakutkan seperti merkuri dan chlorofluorocarbon.

Oxybenzone

Sebagian besar tabir surya mengandung oxybenzone. Senyawa ini dapat mengganggu hormon. Sering berkaitan dengan berbagai masalah kesuburan dan obesitas.

Formaldehyde

Zat ini digunakan untuk proses pengawetan bersifat sebagai ‘karsinogen manusia’ karena dapat menimbulkan masalah pada pernapasan. Zat ini biasa muncul pada sejumlah obat pelurus rambut dan kutek.

Timah

Banyak ditemukan dalam 400 jenis lipstik. Timah dapat menumpuk di dalam tubuh hingga pelan-pelan berubah menjadi racun. Timah telah lama dikaitkan dengan masalah kesuburan.

Triclosan

Zat yang satu ini biasa muncul dalam produk sabun cuci tangan. Bahan ini kerap disebut berpotensi mengganggu hormon seseorang, termasuk obesitas dan kesuburan.

Hydroquinone

Hydroquinone merupakan bahan pencerah topikal yang biasa diresepkan dokter kulit untuk menghapus bintik hitam pada wajah. Dapat menyebabkan ochronisis, penyakit yang dapat menyebabkan masalah kesehatan kronis.  Untuk menggunakan hydroquinone, gunakan sesuai dengan instruksi dokter dengan hati-hati dan jangan berlebihan atau memilih produk lain yang bebas hydroquinone.

Parabens

Seperti triclosan, parabens juga dapat sebagai ‘pengganggu’ endokrin. Zat ini banyak dikaitkan dengan kanker payudara, kanker kulit, dan penurunan jumlah sperma. Zat ini paling sering ditemukan di sejumlah produk kosmetik seperti lotion dan alas bedak.

Phthalates

Phthalates dapat menyebabkan gangguan endokrin pada tubuh. Banyak ditemukan pada kasus cacat mental, masalah kesuburan, dan obesitas. Beberapa jenis produk kosmetik yang mengandung phthalates antara lain Parfum, deodoran, dan kutek.

 
 
 
 
Silakan komentari atau diskusikan informasi di atas